Waktu gw lagi whatsappan sama istri, senior gw tiba2 pasang wifi dan setel rekaman ceramah Ust Sallim A. Fillah di Youtube dengan tema ‘apa yang dicari dalam pernikahan’*. Setiap kata berkah, beliau mengangkat tangan memberikan penekanan atau melirik ke arah gw.

Tek! Gw tersadar ini bukan kebetulan, dan hanya Allah yang mengaturnya.

Dalam cerita ‘Breakfast at Tiffany’s’ versi tulisan, waktu mau ada adegan Holly Golightly akan ketemu mantan suaminya yang berprofesi sebagai DOKTER HEWAN, di jalan Holly berpapasan dengan seekor ANJING di jalan. Dalam sebuah tulisan yang bertujuan membedah teknik penulisan di cerita tsb, dijelaskan bahwa nuansa dokter hewan yang didahului dengan nuansa anjing di dalam cerita, disebut flashing, dan digunakan untuk membuat pergeseran cerita jadi smooth.

Nyatanya, dalam kehidupan kita ada banyak hikmah yang, kalau Allah gak berikan nikmat ‘sadar’, semua ini tampak di permukaan sebagai kejadian acak. Atau mentok2nya kita sebut peristiwa kebetulan. Padahal semua kejadian atas izin Allah. Gw kemudian yakin, atas izin ALLAH senior saya itu pagi2 nyetel ceramah ttg PERNIKAHAN saat gw lagi whatsappan dengan ISTRI.

Dan pasti masih banyak ‘lembaran peristiwa’ yang padanya tertulis hikmah dari Allah, tapi tersamarkan karena gw ‘buta aksara’, karena gw belum bisa membacanya. Yang penting kepala tertunduk, hati mengakui gak punya ilmu sambil meyakini bahwa Allah Maha Penyayang di setiap peristiwa kepada semua hamba-Nya, termasuk kepada si bodoh ini. Gak ada peristiwa buruk, yang ada cuma kita gak sanggup memahami kebaikan di dalamnya.

Dan sebenarnya hati gw lebih suka berpikir buruknya peristiwa atau kurang maksimalnya kenikmatan, ketimbang keyakinan bahwa kita adalah ikan2 di lautan kasih sayang Allah. Ya Allah, ayat بسم الله الرحمن الرحيم, bahwa Engkau selamanya Maha Penyayang, pun belum kuat hamba imani, ampuni hamba ya Allah.

 

Wallahu a’lam

*) Ust. Salim A. Fillah menjelaskan, doa Rasul untuk pasangan yang menikah (barakallahu laka wa baraka alaika …), bermakna semoga Allah membahagiakanmu (dalam keadaan senang) dan memberikan kebahagiaan (dalam keadaan berat).