Penulis Agus Noor pernah dengan baik hati memberi tahu gw teknik “paralel”. Misalnya, kalau hati tokoh utama lagi sedih, bikinlah langit jadi gelap dan hal-hal murung semacam itu.

Di buku “Gadis Jeruk” karangan Jostein Gaarder ada banyak pararelisme. Berikut ini catatan gw:

Jan Olav, seorang dokter yang tertarik dengan gagasan besar tentang semesta, menulis surat kepada Georg yang masih balita. Jan Olav melakukannya sebab ia divonis mengidap penyakit mematikan, sedangkan ia memiliki pertanyaan penting untuk Georg yang saat itu belum mampu memahaminya. Ia berharap surat itu dibaca Georg kelak ketika sudah besar.

Tanpa teknik paralel, tema ini klise. Tapi cerita tambahan tentang peristiwa kelahiran sebuah bintang yang cahayanya baru sampai pada sensor Teleskop Hubble bertahun kemudian, membuat tema “surat masa depan” terbaca smooth. Seolah, hal kayak gitu lazim terjadi. Bahkan ketika kita melihat matahari, sebenarnya itu adalah kondisinya 8 menit yang lalu.