Cerita yang bagus selalu punya grand design. Di opening film ini, Siska (Christine Hakim muda) berlari pelan menggendong seekor anak anjing menuju hutan karet, sambil diiringi lagu Badai Pasti Berlalu full. Dari situ tanpa sadar kita menyerap informasi2 ini: Siska sudah ingin berkeluarga, sedih, lari. Kalau di adegan2 berikutnya ternyata kita tahu bahwa Siska habis ditinggal nikah sama tunangannya, maka bawah sadar kita gak bingung. Masalah ditinggal tunangan, ditambah masalah dengan teman kakaknya (Leo) yang ngedekatin dia cuma untuk menang taruhan, dan masalah ketika bapaknya selingkuh, adalah grand design cerita ini, yang dikatakan oleh Siska di awal, “Laki2 itu brengsek.”

Andrew Stanton (filmmaker Wall-E dan Toy Story) memutar film Lawrence of Arabia 7 kali untuk nemuin grand design dalam film tersebut. Dia sampai di bagian ketika tokoh utama sedang melewati gurun sinai dan mencoba memanggil seseorang, “Hey! Hey! Hey! Hey!” Orang itu menjawab, “Who are you? Who are you?” Saat itu Stanton sadar, setiap adegan dalam film itu memang berkaitan dengan pencarian tokoh utama tentang siapa dirinya.

Grand design film Toy Story menarik juga untuk dibahas. Bagian openingnya adalah adegan Andy yang lagi asyik main sama Woody, mainan kesayangannya, sambil diiringi lagu berlirik you got a friend in me. Ini ngegambarin hubungan kuat, gak hanya Andy pada Woody tapi bahkan sebaliknya. Pada adegan2 berikutnya, cerita berlangsung dalam kerangka cara Woody mempertahankan hubungannya dengan Andy.