Anak saya yang kedua berumur tiga bulan. Tadi pagi, ketika sedang menyelesaikan administrasi kepegawaian yang berhubungan dengan pelaporan anak kedua tersebut, saya tersadar bahwa saya tidak dapat mengingat arti namanya dengan baik.

Nama anak-anak saya dicarikan oleh saya dan istri. Kebetulan orang tua kami tidak terlalu cerewet untuk menyodorkan nama. Selain kata Prasasti, yang merupakan usul istri saya, kata-kata pada nama tersebut dicari di kamus. Anak pertama dari KBBI, anak kedua dari kamus Hans Wehr (Arab). Barangkali peluang terlupa akan arti nama anak kedua cukup besar karena nama-nama tersebut berasal dari bahasa asing. Beberapa kali pernah saya jumpai orang tua muda yang lupa arti nama anaknya, yang terdengar kurang pas di telinga saya. Dari kejadian tadi pagi, saya dapat lebih memahami kenapa beberapa orang tua muda lupa dengan arti nama anaknya, sekaligus memberikan semangat untuk berusaha mengingat arti nama anak saya sendiri.

Untuk tujuan yang terakhir itu, saya membuat file khusus berupa capture arti kata-kata yang merupakan elemen nama anak-anak saya.

Prasasti dan Shofwah