Image

–       Saffron, tiga helai benang merah di dalam bunga Crocus sativus, digunakan untuk berbagai masakan, minuman (teh dan wine), bahan pewarna, obat, penawar racun, sabun wajah, dan pengharum ruangan.

–       Saffron berasal dari Yunani dan Asia Minor, masuk ke Maroko sekitar 500 tahun lalu dan masuk ke Eropa pada 900 CE (Spanyol), abad ke-13 (Itali, Perancis, Jerman) dan abad ke-14 (Inggris).

–       Selama berabad-abad Spanyol menjadi produsen saffron terbesar di dunia. Namun saat ini, urutan negara produsen saffron terbesar adalah Iran, India, Yunani, Maroko, Spanyol, Itali dan Turki.

–       Di Taliouine, desa penghasil 98% saffron Maroko, penanaman dimulai pada akhir Agustus s.d. pertengahan September, tanaman berbunga pada akhir Oktober, dipanen pagi-pagi sekali selama 10-14 hari, hasilnya dibawa ke rumah untuk memisahkan saffron dari kelopak bunga seharian penuh, kemudian mengeringkannya dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari.

–       Pemerintah Maroko telah mengeluarkan aturan nama asal saffron seperti yang telah lebih dahulu dilakukan oleh Uni Eropa untuk memberikan perlindungan hukum. Hal ini berdampak positif dalam meningkatkan nilai saffron Taliouine, dari 8 dirham per gram pada 2006 menjadi 30-50 dirham hari ini.

–       Langkah pemerintah Maroko selanjutnya adalah mengajukan pendaftaran di Komisi Eropa agar produsen dapat menjual kepada distributor besar dan toko retail di Eropa tanpa harus melalui perantara.

(Resume artikel Saudi Aramco World Magazine edisi September – Oktober 2013 berjudul “Morocco’s Threads of Red Gold” oleh: Jeff Koehler, untuk nyoba saran di halaman Classroom Guide bagian Skills: Understanding More of What You Read)

Sumber gambar: http://holisticprimarycare.net