Apa yang terjadi (ApYaDi) antara tanggal 10 dan 12 November 2011? Berikut rangkuman berita seputar perpajakan selama kurun waktu tersebut:

Ditjen Pajak Memperketat Pengawasan PPN
Ditjen Pajak akan lebih ketat dalam mengawasi pengusaha penjual yang tidak menyetorkan pajak yang telah dipungut serta pengusaha pembeli yang mengeluarkan faktur pajak fiktif. Sejumlah trik telah disampaikan Dirjen Pajak kepada fiskus di seluruh Indonesia untuk melaksanakan upaya pengawasan tersebut.
(Harian Kontan, sebagaimana dikutip Ortax)

Setelah KPP Migas dan KPP Pertambangan, Akan Ada KPP Kelapa Sawit
Rencana pendirian KPP Migas dan KPP Pertambangan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan. Kini, tinggal menunggu teken dari Menteri PAN. Rencananya, Ditjen Pajak akan memproses pendirian KPP Kelapa Sawit. Direktur P2Humas mengatakan, dengan adanya KPP khusus diharapkan penerimaan pajak dari sektor terkait dapat meningkat. Namun, Vice President Indonesian Petroleum Association Sammy Hamzah berharap, pendirian KPP khusus tidak dikaitkan dengan ketidakpatuhan perusahaan migas dalam menjalankan kewajiban perpajakan; ia menilai, pengaruh terbesar adalah meningkatnya kemudahan administrasi perpajakan bagi perusahaan migas.
(Harian Kontan, sebagaimanad dikutip Ortax)

12 Bank Diperiksa Ditjen Pajak
Ada 12 bank yang menjalani pemeriksaan pajak, sebagian di antaranya sedang menempuh upaya keberatan. Ketua Bidang Hukum dan Tata Kelola Perbanas mengatakan, pemeriksaan tersebut disebabkan adanya perbedaan interpretasi ketentuan perpajakan antara bank dan fiskus, bukan karena bank mengemplang pajak. Yakni, menyangkut ketentuan PPh mengenai pencadangan biaya penghapusan kredit dan ketentuan PPN mengenai PPN Ditanggung Pemerintah atas transaksi murabahah perbankan syariah sebelum 1 April 2010.
(kompas.com, sebagaimana dikutip Ortax)

Pajak Khusus Mobil Listrik
Mercedes Benz berencana memasarkan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2012. Produsen mobil mewah ini meminta pemerintah memberikan insentif pajak. Alasannya, harga mobil listrik lebih mahal dari mobil konvensional sehingga, tanpa insentif pajak, mobil ramah lingkungan ini tidak dapat bersaing di pasar.
(Harian Kontan, sebagaimana dikutip Ortax)

Industri Kreatif Bakal Dapat Insentif
Ditjen Pajak sedang mengkaji pemberian insentif pemotongan pajak kepada industri kreatif nasional. Tujuannya, meningkatkan daya saing dan pertumbuhan industri. Namun, karena industri kreatif belum terpantau dengan baik oleh petugas pajak, tahun depan rencananya Ditjen Pajak akan terlebih dahulu menyensus para pelaku industri kreatif.
(korantempo.com, sebagaimana dikutip Ortax)

Peserta Tender Semakin Terawasi
Ditjen Pajak melakukan kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dari LKPP, Ditjen Pajak berharap mendapatkan data peserta tender. Sebaliknya, LKPP akan mendapatkan data kepatuhan perpajakan peserta tender dari Ditjen Pajak.
(Harian Kontan, sebagaimana dikutip Ortax)